Arahan Uztad Zul Penggunaan Kasturi
Exlusive Muslim Parfume Bukan Wewangian Biasa Mendatangkan Keridhaan ALLAH
Cari Blog Ini
Senin, 13 Agustus 2018
Parfum Rasulullah
JawariKasturi
Ayo yang merasa MUSLIM kita bumingkan penggunaan wewangian sunnah, InsyaAllah Berkah.
segera miliki dan pakai Exlusive Muslim Parfume JAWARA KASTURI 100% murni minyak kasturi.
Pilihan kemasan : 3ml seharga Rp. 70.000 dan 12ml seharga Rp. 200.000.
dan dibuka kesempatan menjadi reseller dengan inkam 5-7 jt/bulan InsyaAllah
Tertarik berbisnis sambil Ibadah.. silahkan Telp/WA 081275550312
Ayo yang merasa MUSLIM kita bumingkan penggunaan wewangian sunnah, InsyaAllah Berkah.
segera miliki dan pakai Exlusive Muslim Parfume JAWARA KASTURI 100% murni minyak kasturi.
Pilihan kemasan : 3ml seharga Rp. 70.000 dan 12ml seharga Rp. 200.000.
dan dibuka kesempatan menjadi reseller dengan inkam 5-7 jt/bulan InsyaAllah
Tertarik berbisnis sambil Ibadah.. silahkan Telp/WA 081275550312
~Tepat Sasaran~
Pernah merasa gak? saat promosi tidak ada satupun yang
merespon, jangankan dapat pembeli, yang tanya-tanya saja tidak ada.
Atau pernah gak? Anda merasa produknya sudah keren,
penawarannya sudah mantap, cara jualannya sudah benar, Anda juga memberikan bonus yang menggiurkan dan menggetarkan
jiwa, tapi saat jualan hasilnya krik krik krik, alias gak ada yang peduli.
Pernah?
Jika itu yang pernah Anda alami, bisa jadi jualannya ga tepat sasaran.
Anda sedang berusaha menjuali produk Anda ke orang yang tidak peduli dengan apapun yang Anda jualan.
Disadari atau tidak, setiap produk punya target pasar yang spesifik.
Produk mahal ada pasarnya tersendiri, produk murah juga ada pasarnya sendiri.Ada produk khusus pria, ada produk khusus wanita.
Ada produk untuk usia tertentu, ada produk untuk kondisi tertentu. Beda produk beda target pasarnya
Karena itu, jualah produk Anda ke orang-orang yang mungkin memiliki minat terhadap produk tersebut. Ini sangat dasar sekali.
Ingat,
“Jualan Kepasar orang Yang Tidak Ada Minat Terhadap Produk Anda itu Capek.”
Anda tentu sadar bahwa semua orang bukan calon pembeli kita.
Anda tidak bisa menawarkan produk ke semua orang atau ke sembarangan orang.
Jika Anda menawarakan ke semua orang, itu artinya Anda tidak menawarkan ke siapapun.
Sebaliknya, jika Anda tahu siapa target pasar Anda dan Anda
menawarkan produk Anda ke mereka, itu akan memudahkan terjadinya closing.
Solusinya apa?
1. Tentukan dengan spesifik siapa Target pasar Anda. Semakin detail semakin bagus. Berapa Umurnya?
Apa Pekerjaan?
Jenis Kelamin?
Cara mengambil keputusan?
Karakternya?
2. Pikirkan tempat dimana mereka berkumpul (Bisa Online, Bisa Offline).
Apa nama komunitas mereka?
Page apa yang mereka ikuti di social media?
Siapa tokoh kesukaan mereka?
cari sampai dapat!
Setelah dapat, mereka itulah target pasar Anda.
Selamat berjualan.
Sukses selalu untuk Anda.
merespon, jangankan dapat pembeli, yang tanya-tanya saja tidak ada.
Atau pernah gak? Anda merasa produknya sudah keren,
penawarannya sudah mantap, cara jualannya sudah benar, Anda juga memberikan bonus yang menggiurkan dan menggetarkan
jiwa, tapi saat jualan hasilnya krik krik krik, alias gak ada yang peduli.
Pernah?
Jika itu yang pernah Anda alami, bisa jadi jualannya ga tepat sasaran.
Anda sedang berusaha menjuali produk Anda ke orang yang tidak peduli dengan apapun yang Anda jualan.
Disadari atau tidak, setiap produk punya target pasar yang spesifik.
Produk mahal ada pasarnya tersendiri, produk murah juga ada pasarnya sendiri.Ada produk khusus pria, ada produk khusus wanita.
Ada produk untuk usia tertentu, ada produk untuk kondisi tertentu. Beda produk beda target pasarnya
Karena itu, jualah produk Anda ke orang-orang yang mungkin memiliki minat terhadap produk tersebut. Ini sangat dasar sekali.
Ingat,
“Jualan Kepasar orang Yang Tidak Ada Minat Terhadap Produk Anda itu Capek.”
Anda tentu sadar bahwa semua orang bukan calon pembeli kita.
Anda tidak bisa menawarkan produk ke semua orang atau ke sembarangan orang.
Jika Anda menawarakan ke semua orang, itu artinya Anda tidak menawarkan ke siapapun.
Sebaliknya, jika Anda tahu siapa target pasar Anda dan Anda
menawarkan produk Anda ke mereka, itu akan memudahkan terjadinya closing.
Solusinya apa?
1. Tentukan dengan spesifik siapa Target pasar Anda. Semakin detail semakin bagus. Berapa Umurnya?
Apa Pekerjaan?
Jenis Kelamin?
Cara mengambil keputusan?
Karakternya?
2. Pikirkan tempat dimana mereka berkumpul (Bisa Online, Bisa Offline).
Apa nama komunitas mereka?
Page apa yang mereka ikuti di social media?
Siapa tokoh kesukaan mereka?
cari sampai dapat!
Setelah dapat, mereka itulah target pasar Anda.
Selamat berjualan.
Sukses selalu untuk Anda.
Ruqyah syarii /penanganan sakit ala nabi
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika merasakan sakit beliau meniupkan bacaan surat Al Ikhlas dan Mu’awwidzatain (Al Falaq dan An Naas) pada tangan beliau sebanyak 3 kali. Lalu mengusapkan kedua tangannya pada bagian tubuh yang mampu diusap sebelum tidur. Dimulai dari kepala, wajah, lalu ke dada. Sebagaimana hal ini dikabarkan oleh ‘Aisyah radhiallahu’anha dalam hadits yang shahih.
Selain itu, Jibril pernah meruqyah beliau Shallallahu’alaihi Wasallam ketika beliau sakit, dengan menggunakan air yang dibacakan:
بسم الله أرقيك، من كل شيء يؤذيك، من شر كل نفس أو عين حاسد الله يشفيك، بسم الله أرقيك
/bismillaah urqiika min kulli syai’in yu’dziika wa min syarri kulli nafsin aw ‘ainin hasidin allaahu yasyfiika bismillaahi urqiika/
“Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang mengganggumu, dan dari keburukan penyakit ‘ain yang timbul dari pandangan mata orang yang dengki, semoga Allah menyembuhkanmu, Dengan nama Allah aku meruqyahmu”
sebanyak 3 kali. Ini adalah metode ruqyah yang disyariatkan dan ada manfaatnya.
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga pernah membacakan (ayat Qur’an dan doa-doa yang ma’tsur, ed.) pada air untuk Tsabit bin Qais radhiallahu’anhu lalu memerintahkan ia untuk memercikkan air tersebut pada dirinya.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab Ath Thib dengan sanad yang hasan.
Dan contoh-contoh lain metode ruqyah yang dipraktekkan pada masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.
Diantaranya juga, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam sering mendoakan orang yang sakit dengan doa:
اللهم رب الناس، أذهب البأس، واشف أنت الشافي، لا شفاء إلا شفاؤك، شفاء لا يغادر سقماً
/Allaahumma rabbannaas adz-hibil ba’sa wasyfi antasy syaafii laa syifaa-a illa syifaauka syifaa-an laa yughaadiru saqamaa/
“Ya Allah, Rabb bagi manusia. Hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah. Engkaulah yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan hanya dari-Mu. Berikanlah kesembuhan yang tidak meninggalkan sisa sedikit pun”
Selain itu, Jibril pernah meruqyah beliau Shallallahu’alaihi Wasallam ketika beliau sakit, dengan menggunakan air yang dibacakan:
بسم الله أرقيك، من كل شيء يؤذيك، من شر كل نفس أو عين حاسد الله يشفيك، بسم الله أرقيك
/bismillaah urqiika min kulli syai’in yu’dziika wa min syarri kulli nafsin aw ‘ainin hasidin allaahu yasyfiika bismillaahi urqiika/
“Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang mengganggumu, dan dari keburukan penyakit ‘ain yang timbul dari pandangan mata orang yang dengki, semoga Allah menyembuhkanmu, Dengan nama Allah aku meruqyahmu”
sebanyak 3 kali. Ini adalah metode ruqyah yang disyariatkan dan ada manfaatnya.
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga pernah membacakan (ayat Qur’an dan doa-doa yang ma’tsur, ed.) pada air untuk Tsabit bin Qais radhiallahu’anhu lalu memerintahkan ia untuk memercikkan air tersebut pada dirinya.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab Ath Thib dengan sanad yang hasan.
Dan contoh-contoh lain metode ruqyah yang dipraktekkan pada masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.
Diantaranya juga, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam sering mendoakan orang yang sakit dengan doa:
اللهم رب الناس، أذهب البأس، واشف أنت الشافي، لا شفاء إلا شفاؤك، شفاء لا يغادر سقماً
/Allaahumma rabbannaas adz-hibil ba’sa wasyfi antasy syaafii laa syifaa-a illa syifaauka syifaa-an laa yughaadiru saqamaa/
“Ya Allah, Rabb bagi manusia. Hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah. Engkaulah yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan hanya dari-Mu. Berikanlah kesembuhan yang tidak meninggalkan sisa sedikit pun”
Langganan:
Postingan (Atom)






